Artikel

SEJARAH HARI KELUARGA BERENCANA NASIONAL

Posted

Hari Keluarga Berencana Nasional atau biasa disingkat dengan istilah HARGANAS yang diperingati setiap tanggal 29 Juni merupakan awal permulaan kebangkitan dari kesadaran masyarakat akan pentingnya membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera.
Melalui program keluarga berencana yang dicanangkan oleh pemerintah diharapkan masyarakat di Indonesia dapat lebih faham mengenai keluarga ideal yaitu membatasi jumlah kelahiran serta penggunaan alat-alat kontrasepsi sebagai acuan guna terbentuknya keluarga yang berencana.
Sebagai unit terkecil dari masyarakat keluarga dinilai sebagai tonggak penting dalam membangun generasi penerus bangsa, melalui Pendidikan yang didapat dari keluarga diharapkan dapat mewujudkan masa depan yang cerah dan terwujudnya Sumber Daya Manusia yang kompeten.Selama keluarga terus menganggap penting Pendidikan, maka dunia akan terus melakukan pergerakan guna menciptakan perubahan-perubahan.
Sejarah awal mula hari keluarga berencana nasional
Pada masa sekitaran tahun 1950-an ketika masa kemerdekaan dumulai, ketika itu terjadi jumlah penambahan penduduk besar-besaran akibat kelahiran.keluarga-keluarga baru yang dibentuk melalui perkawinan mengiringi euphoria kemerdekaan dengan berusaha memperoleh anak sebanyak-banyaknya. Apalagi ditambah dengan pengaruh istilah “banyak anak banyak rejeki” hal ini sangat berpengaruh besar pada sebagian kalangan keluarga-keluarga Indonesia termasuk kalangan muda untuk segera menikah dan mendapat banyak anak.
Itulah awal mula penduduk Indonesia bertambah secara drastic sejak tahun 1950-an,kemudian masa 1960-an dan seterusnya. Maka untuk mengendalikan pertambahan penduduk yang begitu cepat tersebut maka mulai lah di rencanakan program keluarga berencana.
Program keluarga berencana diindonesia mulai digagas pada tanggal 23 Desember 1957 yang dipelopori oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia atau PKBI. Namun program KB ini masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh para sukarelawan dan aktifis,Karena pimpinan negara pada masa itu sangat anti terhadap keluarga berencana. Baru setelah masa keluasaan beralih ke tangan Soeharto program keluarga berencana mulai mendapat pengakuan dan justru dimasukkan dalam program pemerintahan orde baru.
Dalam perkembangan selanjutnya organisasi perkumpulan keluarga berencana Indonesia berubah menjadi lembaga semi pemerintahan pada tanggal 17 Oktober 1968 dengan nama LKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) yang merupakan badan resmi dari pemerintah yang bertanggung jawab terhadap program Keluarga Berencana di Indonesia.
Dalam programnya BKKBN menganjurkan bahwa setiap keluarga dianjurkan cukup mempunyai “dua anak,laki-laki atau perempuan sama saja”.program KB saat itu memang cukup mengerem pertambahan penduduk secara signifikan,namun ketika mulai memasuki masa reformasi,kegiatan KB banyak mulai diabaikan,jumlah penduduk Indonesia mulai kembali meningkat dengan drastic,untuk itulah saat ini baik itu pihak pemerintah maupun diluar pemerintah kembali berinisiatif untuk menghidupkan kembali program KB,mulai dari penyuluhan penyuluhan ke desa-desa tertinggal,proses pendataan penduduk yang berKB,pembentukan Generasi Berencana dan program-programnya yang ditujukan kepada para Remaja Indonesia.
Meskipun program keluarga berencana di Indonesia ini masih menuai kontroversi dikalangan para ulama islam antara halal dan haram, namun program tersebut telah menjadi program pemerintah Indonesia yang sampai sekarang masih gencar untuk disosialisasikan kepada masyarakat luas.
Bagaimanapun pandangan kita mengenai program keluarga berencana setidaknya mesti ada suatu perencanaan pada setiap keluarga,terutama anak dalam keluarga. Bagaimana untuk dapat menghidupi mereka dengan lebih baik,menjamin Pendidikan yang mereka tempuh dan masa depan mereka dimasa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *