Artikel

PERLUKAH MENYEKOLAHKAN ANAK SEJAK USIA DINI ?

Posted

Saat ini dijaman yang sudah modern seperti sekarang ini banyak sekali orang tua yang menyekolahkan anak-anaknya sedini mungkin, bukan cuma mereka yang tinggal di kota besar saja tetapi didaerah-daerah pun banyak para orang tua yang menyekolahkan anaknya bahkan saat mereka masih berusia dibawah 2 tahun bahkan Bayi di bawah satu tahun saja ada yang sudah disekolahkan,alasan mereka adalah Karena lebih cepat sekolah lebih cepat pinter,bisa dapat teman banyak, belajar bersosialisasi biar ngga ketinggalan trend dan jaman,orang tua nya sibuk, tetapi apakah itu semua penting untuk anak ? bagaimana dampak psikologisnya bagi anak ?
Berbagai alasan mendasari keputusan orang tua tersebut adalah untuk menyekolahkan buah hatinya adalah berharap agar tumbuh kembangnya menjadi lebih baik karena dipegang oleh tenaga terdidik dan terlatih, hingga mengikuti trend masa kini.
Sebenarnya sekolah ataupun taman Pendidikan anak adalah sebagai wadah atau tempat anak mengenal hal baru yang mungkin tidak dia dapat dirumah,sedangkan tujuannya adalah untuk membekali anak agar dapat bersosialisasi guna memasuki dunia barunya nanti.
Pendidikan adalah yang terpenting karena dapat mempengaruhi kemajuan suatu bangsa. Sebuah bangsa mustahil dapat berkembang dan maju dengan cepat jika penduduknya tidak menjalani struktur Pendidikan dengan baik dan benar.
Dari pendidikan itulah mereka (anak anak usia dini) dapat mengetahui daan memahamai apa yang tidak mereka ketahui termasuk tentang sejarah budaya, sosial kemasyarakatan, tentang cara berprilaku yang baik , cara mengembangkan keterampilan yang dimiliki dan lain lain sangat luas cakupannya dan ada peran orang tua dalam mendidik anak juga didalamnya.
Benarkah pendidikan usia dini adalah investasi tertinggi?
Menurut seorang ahli psikologi anak bernama Mae Chu Chang, bahwa Investasi pendidikan tertinggi adalah pada usia dini karena dapat menghasilkan manfaat yang jauh lebih stabil dan baik ketimbang investasi pada tingkat usia dijenjang pendidikan yang lain misalnya SD, SMP SMA SMK, STM atau tingkat Mahasiswa sekalipun. Mengapa? karena awal pembentukan karakter seseorang hanya bisa terbentuk pada sistem pendidikan anak usia dini dan bukan pada usia yang telah beranjak dewasa.
Pernyataan tersebut memperkuat lembaga lembaga pendidikan non formal untuk semakin mengembangkan dan memajukan sistem belajar mengajar yang lebih berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan anak. kini bentuk pendidikan anak usia dini telah semakin tumbuh dewasa karena sistem belajar mengajarnya diawali dengan pengembangan motorik, lalu kecakapan dalam berkomunikasi, kepandaian dalam bersosiolagi dengan lingkungan lain, belajar tentang moral dan budi pekerti lalu berkembang pada belajar tulis menulis yang kini sudah diterapkan di pendidikan anak usia dini dalam kategori Kindergarten Childdren (TK).
Sekolah dini memberikan pendidikan kepada anak dengan berfokus pada peletakkan dasar ke arah pertumbuhan dan lima perkembangan, yaitu:
Perkembangan Moral dan Agama
Perkembangan moral dan agama merupakan hal yang paling penting saat ini. Perkembangan zaman yang cepat tanpa dasar moral dan agama yang baik akan membuat anak mudah terjerumus. Banyaknya kenakalan remaja yang kemudian berujung kepada kekerasan dan kriminalitas disebabkan karena semakin rusaknya moral generasi muda. Bentuk pendidikan ini biasanya diberikan dengan menghapal ayat-ayat pendek, belajar sholat, setiap pergi dan pulang sekolah selalu salam kepada orangtua, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta menghargai sesama, dll. Semua hal ini akan memberikan efek baik bagi pertumbuhan moral dan agama setiap anak.
Perkembangan Fisik
Jika kita perhatikan saat ini terdapat perbedaan kondisi fisik anak 2000-an dengan anak 90-an sangatlah berbeda. Banyak anak zaman 2000-an lebih senang bermain komputer sedangkan anak 90-an masih bermain di luar rumah sehingga perkebangan fisik anak 90-an lebih baik dibandingkan kebanyakan anak yang akhir tahun 2000-an. Sekolah usia dini pada umumnya menyediakan taman bermain di halaman sekolah yang dapat dipakai dengan bebas oleh anak-anak. Taman bermain ini dirancang khusus agar anak bergerak bebas sehingga tubuh anak berkembang dengan baik sembari bermain.

Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif bertujuan agar anak dapat mengembangkan kemampuan daya pikir dan daya ciptanya. Biasanya sekolah akan mengajarkan melipat origami dan menggambar. Melalui dua hal tersebut kreatifitas anak akan terbangun dengan baik. Kreatifitas akan membentuk keunikan tersendiri bagi anak. Harapannya anak dapat berkembang baik dengan keunikannya masing-masing.
Perkembangan Sosio Emosional (Sikap dan Emosi)
Sikap dan emosi anak sangatlah berpengaruh dengan masa depannya kelak. Setiap orangtua tentu yang paling mengetahui akan anaknya, dan kebanyakan orangtua mempercayakan guru di sekolah agar anaknya dapat dididik dengan baik. Biasanya sikap dan emosi anak dapat diketahui ketika anak berinteraksi dengan orang lain. Terkadang kita menemui anak yang memiliki sikap agak egois, pendiam, periang dan lainnya. Guru dapat menilai setiap sikap anak baik atau buruknya dan akan memberikan nasihat dan contoh bersikap yang lebih baik. Hal ini diharapkan dapat mengubah sikap dan emosi anak menjadi lebih baik.
Bahasa dan Komunikasi
Perkembangan bahasa dan komunikasi anak akan berkembang dengan baik jika sekolah dan tenaga pengajarnya memberikan pengarahan yang baik. Karena ada kalanya anak mendapat kosakata baru yang buruk dari teman-teman sekolahnya. Oleh karena itu, pada sekolah dini anak akan diajarkan tata krama dan sopan santun yang umum berlaku di masyarakat dan dikehidupan sehari-hari. Hal ini akan meningkatkan kecerdasan anak, karena tutur kata yang baik pada umumnya bergantung kepada kecerdasan seseorang.
Anak usia dini merupakan masa anak yang sangat penting dan perlu untuk dioptimalkan. Masa ini merupakan masa dimana anak mampu mengembangkan kecerdasannya sampi 80 persen serta sisanya akan dilanjutkan pada masa selanjutnya. Selain itu, identitas diri anak juga terbentuk saat usia dini, sehingga stimulasi atau rangsangan yang baik akan memberikan dasar atau fondasi yang baik untuk anak. Keberhasilan anak dalam melewati masa ini akan menentukan keberhasilan anak pada masa selanjutnya.
Realita yang terjadi adalah masih banyak orang tua yang kurang menyadari akan pentingnya pemberian stimulasi yang tepat pada masa anak usia dini. Ketidaktahuan ini menyebabkan masih banyak orang tua yang urung untuk menyekolahkan anak-anak mereka di berbagai lembaga PAUD, baik lembaga Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), TPA dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).
Padahal tujuan dibentuknya lembaga PAUD adalah untuk membantu anak-anak menyiapkan diri, fisik, dan mentalnya untuk siap memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Lalu, mengapa orang tua perlu menyekolahkan anak-anak mereka di lembaga-lembaga PAUD?
Berikut beberapa alasan pentingnya menyekolahkan anak usia dini di lembaga PAUD ( Play group) :
1. Agar anak dapat mengembangkan keterampilan dan kecerdasan dalam mengatur, mengontrol dan memgendalikan gerakan motorik halus dan kasarnya agar dapat menyerap dan memahami serta peka dengan rangsangan sensorik dengan baik tanpa bantuan orang lain (mandiri).
2. Agar anak dapat mengerti, memahami dan berfikir secara positif, logis, kritis dan kreatif dalam mencerna kata kata ketika berkomunikasi dengan lingkungannya dan mampu mencari jalan terbaik bagi masalahnya sendiri dan dapat memahami lingkungan sosial serta keragaman, social serta budaya kita.
3. Pendidikan anak usia dini adalah gerbang pertama sebelum anak anak usia dini melangkah pada jenjang pendidikan dasar berikutnya dan berlanjut pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
4. Pembinaan, pengajaran dan penerapan moral dan memperbaiki kecerdasan seseorang serta memberikan cara meningkatkan semangat belajar untuk menjadi pribadi yaang lebih kreatif, mandiri , santun dan cerdas sekaligus mampu melihat bakat dan minat yang dimiliki yang kelak bisa menjadi sumber daya manusia yang banyak bermanfaat bagi masyarakat luas.
5. Pada usia dini adalah masa termudah untuk membentuk seseorang menjadi manusia yang diinginkan harapan bangsa. Mendidik dan mengarahkannya kepada kemandirian, kecerdasan, berperilaku yang baik dan menerapkan norma norma agamapun masih dapat dengan mudah dilakukan pada usia 2 sampai 6 tahun.
6. Diusia sebelum mencapai 8 tahun biasanya anak anak memiliki rasa keingintahuan yang masih sangat kuat dan rasa ingin menjadi anak yang kreatif daripada orang lain ketika menemukan hal hal yang baru termasuk pelajaran sekolah yang mencakup semua aspek , maka anak anak akan mudah menyerap dan mudah menerima ilmu pengetahuan apapun yang sedang ingin diketahuinya.
7. Pada usia 2 sampai 6 tahun otak anak sebenarnyaa sedang aktif dan mudah menyerap serta menerima informasi hingga mencapai 80 persen, yang artinya fisik, mental dan spiritualnya akan terbentuk dengan perlahan lahan seiring bertambahnya kecerdasan dan munculnya bakat dan minatnya, misalnya bakat menyanyi, menari, bermain piano, bermain biola, melukis dan lain lain.
8. Pentingnya pendidikan anak usia dini tak lain untuk membentuk dan mengarahkan seseorang pada pribadi yang kuat (tidak mudah putus asa), lebih kreatif dan tidak menjadi penyebab anak sekolah menjadi malas belajar. meningkatkan rasa percaya diri dan mermupuk kemandirian didalam kecerdasan yang mereka miliki yang nantinya dapat digunakan untuk melanjutkan pada jenjang pendidukan dasar selanjutnya.
Begitu pentingnya pendidikan bagi anak-anak , tidak berlebihan jika pemerintah mewajibkan jika pendidikan sekolah negeri untuk digratiskan (dibebaskan biaya administrasi perbulannya). Hal ini bertujuan agar orang orang yang hidup dibawah garis kemiskinan dan tidak mampu menyekolahkan anak anaknya dapat merasakan anak anaknya bersekolah , setidaknya mereka dapat terhindar dari buta huruf.
Pendidikan anak usia dini dilakukan dan dibutuhkan karena disesuaikan dengan perkembangan jaman yang menuntut adanya perubahan prilaku yang lebih berkualitas dan kecerdasan generasi muda yang lebih maju ,agar kelak dapat lebih siap dan dapat bermanfaat bagi perkembangan bangsa yang sudah mulai kearah yang lebih modern dengan segala inovasi terbaru yang selalu lahir pada tiap tahunnya. hal itu dibutuhkan kecerdasan yang berbeda dimasa depan, akan tetapi yang perlu orang tua ingat adalah :
Rumah adalah sekolah terbaik bagi anak untuk mengenal tentang nilai-nilai kehidupan.
Itu artinya rumah adalah sekolah terbaik bagi anak usia dini untuk mendapatkan nilai-nilai kehidupan dan orang tua adalah guru terbaik yang dibutuhkan anak untuk menjadikannya sebagai manusia cerdas dan berkarakter.
Tidak salah memberikan pendidikan anak usia dini, asalkan orang tua bisa lebih bijak memilih tempat Pendidikan untuk anak.
Karena walaupun, bukan suatu kesalahan jika orang tua ingin memberikan pendidikan anak usia dini di lembaga formal asalkan bisa bijak memilih lembaga pendidikan yang tepat, memberikan pendidikan sesuai dengan tahap tumbuh kembang buah hati, dan tidak melupakan hak-hak anak usia dini yang memang masih memerlukan waktu bermain yang dominan.
Selain bijak, Orang tua juga harus jeli memilih sekolah untuk anak usia dini.
Orang tua harus jeli dalam memilih sekolah formal dan menilai apa yang akan diajarkan untuk anak balita. Sekolah usia dini yang baik adalah sekolah yang dapat menitikberatkan ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak.
Pada usia berapakah anak mulai siap bersekolah ? siapkah anak anda untuk sekolah diusia yang sangat muda ?
Faisal M.ED. selaku praktisi pendidikan sekaligus Vice Principal dari International Islamic School di Kuala Lumpur mengatakan bahwa usia anak yang tepat untuk sekolah yaitu saat menginjak 3 tahun, di bawah usia itu sebaiknya sekolah di rumah dulu karena tingkat kedewasaan untuk menerima segala aktivitas di sekolah belum ada. Sementara itu, menurut David Elkind jika orang tua mampu menyediakan pendidikan anak usia dini di rumah, cukup kompeten, dan punya dedikasi untuk menstimulasi anak secara khusus sebenarnya menyekolahkan anak terlalu dini itu tidaklah penting, tapi jika kondisi yang terjadi justru sebaliknya berarti saatnya orang tua memutuskan untuk menyekolahkan buah hati di lembaga yang tepat.
Menyekolahkan anak di lembaga Pendidikan bukan berarti menjadikan orang tua lepas tangan terhadap anak dan menyerahkannya kepada guru disekolah.
Sebaiknya orang tua menunggu anak meminta untuk sekolah dengan sendirinya, tidak memaksa mereka demi kepentingan orang tua misalnya karena ayah dan ibu bekerja sehingga memilih untuk menyekolahkan anak di usia yang terlalu dini. Menyekolahkan anak di lembaga pendidikan bukan berarti menjadikan orang tua lepas tangan dan menyerahkan seluruhnya pada guru di sekolah. Orang tua tetap wajib memantau, mendidik, dan mengarahkan anak-anak agar pendidikan yang didapat di sekolah dan di rumah menjadi sinkron.
Mengingat vitalnya pertumbuhan kejiwaan dan karakter anak usia dini, sebaiknya anak harus tetap berada disisi orngtuanya.
Hanya jika ibu berhalangan untuk mengasuhnya secara penuh, misal karena adanya adik bayi atau ayah ibu bekerja maka berhak mendapatkan bantuan dari guru-guru PAUD/TK dengan menyekolahkan buah hati di lembaga pendidikan formal. Satu hal lagi yang perlu diingat, jangan buru-buru menyekolahkan anak hanya sekedar mengikuti trend! Lihat kembali perlu tidaknya, baik buruknya anak bersekolah di usia belia.
Masa balita 0-6 tahun sebagai masa golden age untuk mereka adalah waktu terbaik untuk membentuk karakter anak dan menginput berbagai pendidikan dasar yang akan menjadi bekal untuk kehidupannya kelak oleh karena itu para orang tua harus ikut andil agar tidak melewatkan masa emas ini sehingga melalui sekolah usia dini diharapkan dapat membantu tumbuh kembang anak guna menciptakan anak-anak yang cerdas dimasa yang akan datang.
Sumber data ;
https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_anak_usia_dini
http://sayangianak.com/banyak-orangtua-yang-menyekolahkan-anak-anaknya-sedini-mungkin

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *