Artikel

3,5 % POPULASI MANUSIA DI BUMI ADA DI INDONESIA

Kaprawi Rahman
Peneliti Perwakilan BKKBN Prov. Sulbar

Berbicara permasalahan kependudukan adalah berbicara tentang persoalan yang begitu kompleks, betapa tidak dengan jumlah penduduk yang besar baik secara langsung maupun tidak langsung menimbulkan beragam masalah seperti tuntutan akan pemenuhan kebutuhan pangan, sisi pemenuhan pelayanan dasar, dan penyediaan lapangan kerja. Berbagai tantangan  tersebut akan bermuara pada masalah kesehatan, pendidikan, kriminalitas, kesejahteraan, sosial ekonomi, perdagangan manusia dan lain-lain. Setiap tahun, permasalahan kependudukan selalu menjadi topik pembahasan yang menarik, hal ini dikarenakan meningkatnya angka kelahiran dari tahun ke tahun sehingga membuat pemerintah sedikit kesulitan dalam mengendalikan kependudukan di Indonesia. Masalah kependudukan di Indonesia sudah memasuki tahap yang cukup serius dan bila tidak di atasi dengan segera akan menyebabkan sebuah petaka.

Permasalahan penduduk lainnya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia, yang mana kualitas SDM ini dapat dilihat berdasarkan fenomena angka kematian bayi tinggi, angka harapan hidup rendah, tingkat pendidikan rendah, Kualitas kesehatan rendah dan rasio beban tanggungan tinggi. Di Indonesia terlihat adanya  komposisi penduduk yang tidak seimbang, terutama fenomena seperti ini terjadi di kota dan desa. Penduduk diperkotaan mayoritas mengakibatkan banyaknya masalah sosial yang timbul di masayrakat dibandingkan di pedesaan. Persebaran penduduk pun menjadi salah satu permasalahan kependudukan, hal ini lantaran adanya ketidakmerataan dalam sisi kehidupan bermasyarakat. Misalnya saja dengan banyaknya penduduk luar Jawa hijrah ke Jawa sehingga penduduk cenderung terpusat dan menumpuk di Pulau Jawa.

Menurut data berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2015 jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2019 saat ini diproyeksikan mencapai 266,91 juta jiwa, sungguh jumlah yang cukup fantastis bila kita bayangkan. Jumlah penduduk Indonesia pada saat menginjak usia 100 tahun nanti atau 2045, diperkirakan akan menembus angka 300 juta jiwa. Perkiraan tersebut tertuang dalam Buku Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045 yang disusun oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Saat ini, proporsi penduduk usia muda di negara berpendapat tinggi mengalami penurunan, sementara di negara berkembang, termasuk di Indonesia, penduduk usia muda bergerak menuju puncaknya pada 2030-an. Pada periode tersebut, proporsi penduduk usia muda di Indonesia akan jauh lebih tinggi dari rata-rata negara Asia Tenggara.

(Bambang Brodjonegoro) ada dua skenario yang dipakai dalam memproyeksi pertumbuhan penduduk Indonesia pada tahun 2045. Skenario pertama adalah apabila jumlah anak dibiarkan terus menurun dan tingkat fertilitas mencapai di bawah 2 maka total penduduk Indonesia pada 2045 akan mencapai sekitar 311 juta jiwa. Skenario kedua ialah apabila tingkat fertilitas dapat dipertahankan di kisaran 2 maka jumlah penduduk diperkirakan mencapai 318,9 juta. Pada saat itu, persentase penduduk lansia atau 60 lebih akan sebesar 19,85 persen sehingga Indonesia telah memasuki era baru, ageing population. Data dasar perhitungan proyeksi ini adalah hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015. Mengacu pada SUPAS 2015, Indonesia mengalami perubahan struktur penduduk yang cukup cepat.

Saat ini, masih berdasarkan data SUPAS 2015, tingkat fertilitas (TFR) atau kesuburan adalah 2,28 dengan variasi yang cukup tinggi antarprovinsi. Beberapa provinsi telah memiliki tingkat fertilitas di bawah 2 dan mengalami transisi yang cukup cepat. Namun, sebagian provinsi, terutama dari Indonesia bagian timur, TFR masih jauh di atas 2. Oleh sebab itu perlu diantisipasi dengan kebijakan cermat yang diambil berdasarkan data proyeksi penduduk yang akurat. Dalam konteks Indonesia, ada dua hal penting untuk diperhatikan. Pertama adalah dengan jumlah penduduk yang relatif besar, penduduk Indonesia menjadi salah satu konsumen terbesar di dunia. Perubahan struktur penduduk yang cepat akan berpengaruh terhadap pola konsumsi yang akhirnya akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kedua, perubahan struktur penduduk Indonesia menghasilkan jumlah usia produktif yang paling besar di wilayah Asia Tenggara. Penduduk usia produktif tersebut, selain berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui produksi, mereka juga menyumbang investasi yang dilakukan semasa usia produktif.

Pada dasarnya permasalahan kependudukan menyangkut tiga hal, yaitu kualitas, kuantitas dan mobilitas penduduk. Jika persoalan penduduk indonesia tidak menjadi perhatian secara serius maka kita akan menyambut jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai 325 juta jiwa dan pada tahun 2030 akan mencapai 400 juta jiwa. Dengan jumlah tersebut artinya indonesia memiliki penduduk 3,5 % dari total pupulasi manusia didunia. Dengan demikian, untuk mengatasi permasalahan kependudukan di Indonesia, maka perlu adanya peningkatan kualitas, pengendalian kuantitas serta pengarahan terhadap mobilitas penduduk agar mampu menjadi sumber daya yang handal bagi pembangunan di Indonesia. Dari hal tersebut pembangunan hendaklah disesuaikan dengan potensi dan kondisi penduduk yang ada, menjadi titik sentral dalam proses pembangunan. Penduduk harus dijadikan subyek dan obyek serta menekankan pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia dalam pembangunan dibandingkan dengan pembangunan infastruktur semata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *